Moga Bunda Disayang Allah


Judul                     : Moga Bunda Disayang Allah
Penerbit                : Republika
Penulis                  : Tere-Liye
Tebal Halaman      : 246 halaman
Halaman                : 20,5 x 13,5 cm


Novel ini diilhami dari sebuah kisah nyata Hellen Adams Keller (Alabama, 1880-1968). Keller lahir 27 Juni 1880, Ivy Green, Tuscumbia. Ia lahir sebenarnya tidak dalam kondisi buta dan tuli (sekaligus bisu), hingga di usia 19 bulan saat semua keterbatasan itu datang. Tahun 1886, ibunya menemui Alexander Graham Bell, seorang penemu besar yang saat itu juga sedang menangani anak-anak tuli. Bell kemudian menyarankan pasangan itu ke Institute Perkins for The Blind, di Boston, Massachusetts. Institut itu lau mengirimkan Anne Sullivan, yang juga bermasalah dengan penglihatan dan baru berusia 20 tahun untuk menjadi guru Hellen. Maka dimulailah hubungan selama 49 tahun yang mnakjubkan tersebut antara Hellen dan Anne.


Alur Cerita

Melati adalah seorang kana-kanak berumur 6 tahun yang lucu mnggemaskan, berambut ikal, berpipi tembam, seperti donut, bola matanya hitam-legam seperti biji buah leci,dan giginya kecil-kecil seperti gigi kelinci. Ia tak ubahnya seperti kanak-kanak pada umumnya. Hidup dalam keluarga yang harmonis, kaya, dan dermawa. Kalau dilihat, ia sungguh kanak-kanak yang beruntung. Sayangnya terdapat satu yang membedakan ia dengan dengan kanak-kanak lain. Dia buta dan tuli yang secara otomatis juga membuatnya bisu. Kekurangan ini juga secara otomatis memutuskan kontak Melati dengan dunia. Melati bukanlah cacat dari lahir. Dulu ia adalah kanak-kanak yang normal dan ceria, hingga pada suatu hari tepatnya 3 tahun lalu. Terdapat kejadian yang merubah hidup Melati, yang mengubahnya menjadi seperi sekarang.


Di sisi lain terdapat seorang pemuda bernama Karang. Seorang pemuda yang kerjanya mabuk-mabukan. Hidup bagaikan kalelawar, di siang hari tidur sedangkan malam harinya ia bangun untuk keluyuran entah kemana dan kembali lagi ke rumah di waktu pagi. Semua tingkah laku Karang ini sangatlah kontras dengan dirinya 3 ahun lalu. Sebuah kejadian yang mengubah Karang.

Orang tua Melati sangatlah sayang pada anaknya. Mereka telah berusaha mati-matian untuk menyembuhkan anaknya, namun sayang usaha mereka selalu gagal. Dokter-dokter profesional yang mereka panggil semua angkat tangan. Bahkan dokter-dokter tersebut menyarankan agar Melati dibawa ke rumah sakit jiwa saja. Hingga pada akhirnya orang tua Melati menyerah. Ibu Melati kemudian mendapatkan rekomendasi mengenai Karang. Ibu Melati lalu meminta Karang untuk mengobati Melati. Karang yang acuh tak acuh pada mulanya menolak tawaran itu, hingga pada akhirnya ia berubah pikiran. Ia lalu menerima tawaran tersebut. Dapatkah Karang mengobati Melati? Metode apa yang akan digunakan Karang untuk mengenalkan Melati dengan dunia? Akankah Melati sembuh? Kejadian apa yang terjadi 3 tahun lalu? Kalau mau tahu, tunggu apa lagi? Segera baca novelnya.

Kelebihan
                Cerita yang disajikan mampu membawa pembacanya masuk ke dalam cerita. Kisah yang menyentuh namun juga menarik. Bahasa yang digunakan pun cukup mudah dicerna.

Kekurangan
                Cerita yang meloncat-loncat sehingga membingungkan pembaca. Alur yang maju mundur yang cukup membuat pusing.

Overall, novel ini bagus. Ada baiknya anda membaca novel ini. 



0 komentar to "Moga Bunda Disayang Allah"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered By Blogger

Logo ITS

Logo ITS

GengSI

GengSI

Halaman

Categories

Tanggal Brapa Sekarang ???

Jam Berapa Sekarang???

Pengikut

Web hosting for webmasters